July 28, 2008

Keep On Fallin’ All Over Again..

pheew..a lot has happened since the last time i wrote this blog,, :D

stupid, funny, embarrassing, happy, great, and excellent moments where i have my cheeks blushed over and over again knowing that somehow i could do something that stupid or i could be in a situation where everything seemed to be perfect and i had the best time of the day..but it will take a lot of pages and a lot of time to type ‘em all, so i’m just gonna start with something that i’ve been wanting to talk about since a couple of months ago, which is………………………

jreng,,jreng,,eng,,ing,,eng..!!

L.O.V.E.

i know it’s sound corny and cliche.. but i promise you that it won’t be.. ;p

hee hee..

okay, here it goes…

lo percaya gak sama kalimat yang bilang bahwa things must be happened for a reason? bahwa ga ada yang namanya kebetulan? pertamanya gue agak gak terlalu ngerti dengan kalimat itu, karena selama gue hidup ada banyak kejadian yang terjadi yang hingga sekarang masih belum bisa gue temukan alasan di baliknya. tapi…pendapat itu berubah sejak sekitar 10 bulan yang lalu. saat dimana gue pertama kali bertemu dengan dia. saat dimana gue mendapatkan one of the greatest times i have in faculty of psychology, University of Indonesia  ;D

kenapa bisa begitu?

begini ceritanya…

sekitar sepuluh bulan yang lalu, gue dan teman2 gue sangat bernafsu untuk ikut gabung di salah satu kepanitiaan yang diadain di kampus gue. orang2 di kepanitiaan ini nantinya bakal jadi orang yang mempersiapkan salah satu acara terbesar di kampus gue dan kalo ikut kepanitiaan ini, kita bisa memperoleh kesempatan untuk ketemu dengan orang2 baru..

nah, dengan semangat untuk memperluas networking, gue pun mengumumkan sama temen2 gue buat nulisin nama gue di open recruitment kepanitiaan itu kalo udah ada. open recruitment-nya itu ga bisa diduga-duga kapan dikeluarinnya, jadi gue minta tolong ke banyak orang buat nulisin nama gue kalo sewaktu-waktu tu recruitment keluar saat gue lagi ga di kampus. selain itu di kepanitiaan itu juga ada satu posisi tertentu yang udah gue pengenen sejak gue masuk ke psiko. jadi, gue pun nitip pesen ke temen gue buat nulisin nama gue dan posisi yang gue pengen kalo OpRec’nya keluar..

Tapi….

walaupun gue udah meminta tolong sama lebih dari 6 orang, ternyata tetap saja OpRec itu keluar disaat gue lagi ga di kampus dan orang2 yang mau ikut di kepanitiaan itu berjubel, sampe kata temen gue ngantri buat nulisin nama di OpRec aja riweh’nya udah kaya ibu-ibu di daerah2 lagi antri sembako sama bagi2 duit gratis seperti yang banyak diberitakan di televisi2.. haha..

sehingga akhirnya gue ga bisa mendapatkan posisi yang gue pengenin di kepanitiaan itu. pada akhirnya, gue sih tetep jadi salah satu panitia di acara itu, cuman bukan di posisi yang sangat gue impi2kan. :(

pada waktu akhirnya semua panitia mulai bekerja menyiapkan acara itu, gue agak setengah hati kerjanya, karena kerjaan gue yang dengan terpaksa gue ambil ini, bener-bener berbeda jauh sama kerjaan yang pada awalnya gue pengenin itu cuma ga dapet. udah gitu, di bidang yang gue kerjain saat itu, membuat gue harus bermuka manis sepanjang waktu dan beberapa minggu sebelum waktu acara dilaksanakan ada banyak materi yang harus gue pelajarin lagi biar acaranya bisa berjalan dengan lancar. so…..at that time, i really hate that job!

but, something happened and changed my feelings. :]

setelah persiapan yang panjang, akhirnya datang jugalah waktu dimana acara itu diselenggarakan. sepanjang pagi, perut gue udah mules2 dan bergumul ga karuan, membayangkan gue harus memberikan materi yang gue sendiri ga terlalu ngerti sepenuhnya didepan setidaknya 10 sampe 12 orang. belom lagi kalo orang2 itu ternyata kritis dan mulai menanyakan pertanyaan2 aneh dan kritis yang ga bisa gue jawab ato lebih parahnya gue jawab, tapi dengan jawaban yang blo’on. oh, Gosh.. i’m gonna losing my face.. *haha*

but, magically, everything went smooth that day. i didn’t make stupid comments, people didn’t look at me with a weird stare-thinking “ugh, what the hell is she talking about?-, and even better,,that day became the very first day i met him. :}

i don’t believe in love at the first sight. so, at the first time i saw him, he was nothing but an ordinary to me. satu2nya hal yang ngebuat gue lebih gampang mengingat nama dan wajah dia, hanya karena di acara itu gak terlalu banyak cowo yang ikut.

kemudian rangkaian acara pun terus berjalan…

dan berjalan…

dengan menyenangkan! karena dia ada disitu. ;p

sepanjang acara itu, gue banyak melakukan interaksi dengan dia, and he’s such a fun person. i’ve had so much fun talking to him.

pernah gak sih lo, berada dalam satu situasi tertentu dimana lo terpaksa harus ngobrol dengan orang2 yang baru aja lo temuin, kemudian kebanyakan dari percakapan itu diisi dengan bnyak keheningan yang panjaaaang banget, sampe lo berharap, memohon, dan berdoa ke Tuhan semoga, somehow, lo kepikiran satu bahan obrolan, apa aja deh, yang penting situasinya gak kayak kuburan jeruk purut gitu?

gue pernah, and believe me,,IT SUCKS! kadang2 gue sampe harus nyanyi2 sendiri yang ga jelas gitu sambil nengok kiri kanan biar keliatan sibuk, biar suasananya gak sepi banget. atau, senjata paling ampuh, keluarin handphone trus pura-pura ada sms ato apa gitu, padahal mah sebenernya cuma lagi ngapus2 sms yang kepenuhan aja di inbox.. *hihi*

nah, suasana seperti itu enggak gue rasain saat gue ngobrol sama dia. cause he’s such an easy going, happy, and open person that makes me feel welcome every time i talk to him. dan hal itu, membuat gue sangat mudah untuk berbicara sama dia.

dan hal itu juga yang ngebuat gue keep on fallin’… :)

sekarang acara itu udah berbulan2 yang lalu selesai, tapi sejak ada acara itu kita mulai jadi temen. memang si, gue ga terlalu sering ketemu dia, tapi setiap kali gue sempet ketemu dia, pasti hal itu langsung ngebuat gue jadi semangat lagi. he’s like a charger to my handphone. colok dikit, gue yang tadinya low batt langsung full battery lagi.. *hahaha*

sering banget saat gue lagi ga mood atau males banget ngurusin masalah2 di kampus, gue bilang sama temen gue “duh, gue perlu charger ni, biar semangat lagi..” biasanya si temen2 gue udah tau artinya, saking seringnya gue ngomong kaya gitu.. haha..

tapi, bener loh, rasanya tuh energi gue langsung jadi maximum power setiap kali gue habis ketemu dia, ngobrol dan ketawa2 ngomongin hal2 bodoh ga jelas gitu. kaya beberapa hari yang lalu, kita ngomongin bedanya nyebutin kata SCTV dengan es-ce-te-fe, atau es-ce-te-fek/fe’. it’s a silly, unimportant thing, but it’s enough to make me smile everytime i remember that.

sampe sekarang hubungan kita gak pernah lebih dari sekedar temen, even though i keep on crossing my fingers hoping that it would change someday *hihi*, tapi bagi gue apa yang gue dapatkan sekarang pun sudah cukup. gue bisa ketemu dia cukup sering di kampus, dia selalu tersenyum lebar setiap kali kita ketemu-fyi, i REALLY like his smile-, dan setiap kali kita ketemu dan gak lagi buru2, kita selalu berbicara panjang lebar mengenai banyak hal dan pembicaraan itu selalu menyenangkan dan give us a chance for a laugh of two. dan pada akhirnya, membuat sisa hari yang harus gue jalani hari itu menjadi sangat menyenangkan.

and it also almost makes me feel like i can fly without wings ;p

*okay, i admitted, that was corny*

ada saatnya dimana gue merasa bahwa pertemanan doang itu ga cukup, dan setahunan itu waktu yang cukup panjang buat suka sama orang, sehingga kadang gue memutuskan buat ngelupain dia dan cari yang lain. because, there are a lot of fish in the sea, ya know.. atau harus gue bilang, ada banyak kadal dan buaya di dunia ini, haha.. *sorry, no offense, guys ;p*

tapi, kemudian gue ketemu dia lagi, dan berbicara sama dia lagi, and i’m fallin’ all over again… *sigh*

jadi, akhirnya gue memutuskan untuk menikmati saja perasaan yang gue miliki saat ini. lagian, dengan suka sama dia, gue sebenarnya memanfaatkan dia, lagi. karena dia akhirnya menjadi jasa me-recharge energi gratis. padahal kalo mo nge-charge batere henpon aja kita harus bayar sama PLN. tapi gue engga.

cause i have my own personal charger… *hehe*

JADI….pada intinya, dari cerita ini gue mau bilang bahwa things must be happen for a reason.

kok bisa?

coba bayangkan, kalo misalnya dulu, gue bisa nulisin nama gue di open recruitment kepanitiaan itu di bidang yang memang gue inginkan dan bukannya di bidang yang akhirnya gue dapetin?

pasti sekarang walaupun gue kenal sama dia, tapi gue pasti ga akan bisa kenal sebaik dan sedekat sekarang, and therefore, i’m gonna lose my own personal charger ;] . karena semua ini berasal dari bidang di kepanitiaan itu yang terpaksa gue ambil, dan yang kemudian membuat gue ketemu dan berinteraksi dengan dia.. ;)

okay,,that’s all for today..

is it still too corny and melodramatic for you?

well, at least i try.. :)

beside, you can’t talk about love without getting a little bit corny, ya know?

*hahaha*

so, i’ll see ya soon on my next posting.. ;]

 

p.s: oia, beberapa minggu yang lalu, gue meng-post sebuat postingan yang berjudul Pride and Prejudice: Are u Pride Being Prejudice?. isinya berbicara tentang ketidaksetujuan gue atas perlakuan diskriminasi atau prasangka terhadap sekelompok orang tertentu.

kemudian, post itu mendapat beberapa komen. dari komen2 tersebut, akhirnya gue memutuskan untuk tidak mempublish kembali tulisan gue itu, karena tulisan2 gue itu memang dibuat murni berdasarkan opini gue tanpa dilakukan riset2 atau penelitian terlebih dahulu. dan gue tidak mau tulisan yang gue buat pada akhirnya menyinggung atau membuat orang marah, shingga sekarang tulisan itu tidak gue publish lagi dan gue juga ingin meminta maaf kepada siapapun yang telah membaca tulisan itu dan merasa tersinggung.

tetapi, ada satu hal yang harus gue luruskan disini. tulisan itu gue buat secara general, dalam artian pada saat menulis itu, gue tidak memihak kepada negara, agama, suku, atau bangsa apapun, tetapi gue hanya melihat pengaruh sikap diskriminasi itu secara umum kepada manusia. karena terlepas dari negara atau agama atau penggolongan2 lainnya, kita semua itu sama2 manusia sehingga rasanya tidak ada manusia yang pantas untuk didiskriminasi seburuk apapun tingkah laku yang dilakukan oleh negara atau agama mereka.

yah, begitulah…mohon maaf ya kalo ada salah2 kata, karena saya hanya manusia yang sedang berusaha menjadi lebih baik lagi, haha..

and please, don’t feel hesitate to leave any comment on your way out, because any comments, good or bad will be appreciated. ;]

thank yaa..!

December 18, 2007

stuck in a jungle for 3 days..

jeng..jeng..jeng..

gue balik lagi…yeah! akhirnya.. setelah tiga hari terjebak di hutan, gue bisa kembali merasakan yang namanya kasur, lantai keramik dan teknologi yang bernama tv dan hotspot..huaah..senangnya.. ;p

kemarin itu, selama tiga hari dua malam gue baru saja melakukan kegiatan kemping pertama kali dalam hidup gue..hehe..yap, i’m not really a nature girl and could feel happier with a nice bed, a nice air-conditioner, and a nice television. jadi, kalau begitu bagaimana gue bisa tiba-tiba ngikut kemping di hutan?

begini ceritanya..

kampus gue di Psiko UI baru aja ngadain acara kemping bareng yang bernama PsyCamp. di acara ini, semua penghuni psiko, baik yang nampak atau yang tidak nampak *lho? hehe..becanda*, diajak buat ikut kemping di Sagalaherang, Subang, disebuah tempat yang bernama Pasir Menyan. mendengar berita itu, gue dan Citra, temen gue, langsung tergerak hati dan telinga kami. bukan..bukan..karena kami pecinta alam sejati yang suka menyandang backpacker segede buntalan gajah, tapi cuma karena kita menyandang harapan untuk bisa melihat pemandangan yang menyegarkan disana (terjemahan: cowo)..huehehehe..

jadi, setelah berdiskusi semalam suntuk, kita berdua memutuskan untuk pergi walopun sebenernya gue agak males juga awalnya. abisnya coba bayangkan, nanti gue berangkatnya dengan truk tronton, tidurnya di tenda pake sleeping bag, trus tanahnya becek karena lagi musim ujan dan yang paling utama..mandi dan semua teman-temannya itu harus dilakukan di kali, udah kayak gadis desa gitu. gue tinggal bawa ember isi cucian terus ngucek-ngucek di atas batu kali ajah biar lengkap. tapi, kemudian gue teringat dengan slogan Nike “Just Do It”, dan hati gue jadi tergerak. gue pikir, yah..daripada nyesel belakangan, mendingan langsung lakuin aja. sehingga kemudian gue dan citra memutuskan untuk berangkat kemping.  My first camping ever…bye-bye electronics for now..hello gadis desa..  ;p

day. one.

gue uda kelar packing dan siap menyandang tas menuju kampus gue buat berangkat ke subang. tapi, baru aja mulai ngangkat tas, kayaknya niat gue udah tergoyahkan deh..buset, berat banget. gue udah kayak gendong bayi gajah gitu. akhirnya gue jalan sambil bungkuk-bungkuk, daripada nanti gue glundung-glundungan di jalan. setelah melalui perjalanan yang panjang dan berat *ngga denk..kosan gue kan cuma 5 menit jalan kaki ke kampus*, gue nyampe juga. setelah briefing-briefing gitu, gue sama citra jalan ke tronton kita dan kemudian berangkatlah kami ke subang…yeeaah..!

awal perjalanan berlangsung dengan cukup mulus dan nyaman walaupun gigi gue agak kering gitu karena kebanyakan terekspos oleh angin, abisnya trontonnya kan ga ketutup. awalnya suasana di tronton gue agak garing gitu si, soalnya kita masih saling ga kenal, tapi untung ada citra sama aji, temen2 gue, jadi ada wajah2 yang masih gue kenal lah. tapi kemudian, saat kita udah mulai nyampe daerah subangnya, suasana mulai heboh. bukan karena kita semua ketawa-ketawa, tapi karena kita semua terlempar-lempar didalam tronton. sumpah, gue berasa kaya naik tornado di dufan gitu. kayaknya supir tronton gue punya ambisi jadi pembalap F1 deh, jalannya nyalip sini nyalip sana gitu, trus kalo ada jalan rusak dia malah tancep gas, jadinya semua orang di dalem tronton pada amburadul. tapi gue si tetep positif thinking, mungkin dia ingin memberikan pengalaman yang tak terlupakan sama kita, biar bisa dikenang sampe kita punya anak cucu.. *haha*

perjalanannya sendiri katanya si sekitar 6 jam. kita semua berangkat dari kampus gue di depok sekitar jam 5 sore, berarti kira-kira gue bisa nyampe di camp site-nya sekitar jam 11 malem. tapi coba tebak gue nyampe jam berapa? jam 4 pagi…! yap, it’s a really long trip. gue udah sampe mati gaya di tronton, mau tidur juga ga bisa. boro-boro tidur, mau meremin mata aja serem, nanti tau-tau gue udah glundungan di jalan gara-gara kelempar dari tronton lagi. akhirnya gue sibuk baca doa aja. kemudian, setelah penantian yang sangat panjang, kita semua akhirnya bisa mulai jalan ke camp site. di saat itu, pikiran gue sudah mengawang-awang, membayangkan bisa tidur walaupun cuma alas terpal dan harus make sleeping bag. pokoknya tiduuuur!

tapi, suatu kejutan sudah menanti…

sial.

ternyata buat nyampe ke camp sitenya kita harus jalan dulu, dan itu bukan sekedar jalan, tapi turun ke bawah pake tangga. iya gue tau, mestinya gue bersyukur jalannya nurun dan ada tangganya, tapi coba bayangkan ini. ternyata camp sitenya itu ada di tempat semacam jurang gitu. jadi dari posisi gue yang berada di atas, gue harus turun ke dasar dengan tangga. padahal kayaknya buat napas aja gue udah susah, apalagi disuruh jalan nurunin tangga dari tanah yang licin karena abis hujan kayak gitu. tapi akhirnya gue bisa sampe juga, walaupun sempet akrobat sedikit si, gara-gara kepleset. untung ga bablas glundung ke jurang.

secara keseluruhan, ikut acara psycamp ini benar-benar merubah pandangan gue tentang kemping. tadinya gue ngira gue bakal kejebak tiga hari di hutan dan hidup seperti orang bar-bar, lari2 ngejar babi hutan, dan bakar ular buat dimakan. *engga denk, ga se-ekstrim itu ko*. tapi gue memang mikir gue pasti bakal sengsara ngikut kemping ini, tapi ternyata engga ko. gue bisa tetep bersenang-senang dan bernyanyi-nyanyi sama anak2 psiko yang lain. malah, gue jadi mengenal lebih banyak orang yang tadinya ga gue kenal. selain itu, juga ada banyak kejadian konyol dan kocak yang terjadi disini.. sumpah, orang-orang disekitar gue tuh pada dodol semua deh..hehe..

kejadian.pertama.

pas hari ketiga, kita semua diajak buat ikut main games. permainannya diberi judul benteng Takeshi. yeah, like that tv program from Japan. mainannya sebenernya sama kaya main benteng-bentengan waktu kita sd dulu. smua orang dibagi jadi tiga kelompok, dan masing-masing klompok dikasih satu pohon buat jadi bentengnya. pohonnya si pohon kecil gitu, kira-kira sebesar paha orang dewasa. terus setiap orang dikasi cat air buat jadi senjata. setelah itu, setiap kelompok harus nyiram anggota kelompok lain. orang yang kena siram, berarti mati. setelah aturannya dijelasin, permainan pun dimulai..

pertama si permainan berjalan dengan lancar, gue sama anak-anak yang lain sibuk lari-larian kesana kemari kaya anak autis ngejar maling gitu..tapi kemudian permainan mulai memanas. orang-orang mulai banyak yang kalah, dan kelompok gue semakin agresif menyerang. tapi, saking agresifnya, senjata kelompok lain masih utuh, kelompok gue udah abis duluan. sampe akhirnya, tinggal dua orang dari kelompok gue yang kesisa, dira sama mas untung. akhirnya, dibikinlah kesepakatan. karena mas untung yang ngejaga benteng, dira bakal jadi orang yang nyerang orang-orang kaya mas untung, orang-orang yang ngejagain benteng mereka. pas dira mulai menyelinap keluar, tiba-tiba anak2 dari kelompok lain langsung nyerang ke benteng gue, menyebabkan semua anak di kelompok gue panik dan sibuk manggilin dira buat balik ke benteng untuk membela benteng kami tercinta. tapi karena dira udah jauh, dia gak mendengar permohonan minta tolong kami, sehingga anak2 kelompok gue udah pasrah gitu.

tapi, lo tau apa yang terjadi?

pas anak2 dari kelompok lain udah deket kelompok gue dan mulai nyiram2in kita, tiba2 mas untung melakukan sesuatu. gue ga tau, apa dia emang dari kecil udah dibesarkan sebagai BOLANG *bocah petualang* atau itu adalah tindakan putus asa yang dilakukan dalam waktu yang terdesak, tapi dia dengan enaknya tiba2 manjat pohon yang dijadiin benteng kelompok gue..!

kalo pohonnya gede kayak pohon jati gitu si gue gak kaget. tapi ini tuh pohon yang diameternya cuma sekitar paha orang dewasa. dan mas untung naiknya udah kaya pemain sirkus gitu. satu detik sebelumnya masih ada di bawah, pas gue selesai ngedipin mata taunya udah ada di atas pohon. anak2 yang lain juga pada kaget. dari yang tadinya sibuk lari-larian riang gembira ngejar-ngejarin anak2 kelompok gue, tiba-tiba mereka semua langsung terpaku diam dengan mulut menganga lebar. untung gak ada yang ilernya ngeces-ngeces.. *hehe*

beberapa saat kemudian, gue sama anak2 lain yang udah sadar dari kekagetan, langsung ketawa histeris. sumpah, kalau ada videonya, gue pasang deh disini, caranya mas untung manjat dan ekspresinya anak2 tuh kocak banget. priceless. that was one of my unforgettable moments at psycamp.

kejadian. kedua.

yang ini bukan kejadian yang gue alami sendiri, tapi berdasarkan cerita dari temen gue..

begini ceritanya..

*jeng..jreng..jeng..*

di camp site PsyCamp, kamar mandi dan toilet seperti yang telah gue ceritakan, membuat semua orang dekat dengan alam karena memang untuk MB *MandiBoker* dilakukan diatas kali. nah, untuk mencegah orang yang sedang melakukan kegiatan MB tersebut menjadi tontonan umum gratis, panitia PsyCamp membuat bilik yang terdiri dari bambu dan kain yang dibangun sedemikian rupa sehingga orang ga bisa ngintip kedalam kamar mandi dan toilet. tapi, tetep ajah, namanya juga dibangun seadanya, jadi ga ada pintu atau benda lain yang bisa dijadikan tanda kalo “there’s someone in here”. makanya, kita disaranin untuk selalu berdua kalo ke kamar mandi atau toilet, jadi ada yang jagain.

tapi sepertinya saran ini tidak dilakukan oleh seseorang, karena dia pergi ke kamar mandi sendirian. padahal kalau dari luar tu, orang ga mungkin bisa tau, apakah ada orang di dalam atau tidak. lagian, pintunya kan dari kain gitu, kalo diketok-ketok juga ga mungkin bunyi. makanya, waktu si oknum itu sedang menunaikan tugas dan kewajibannya, secara tiba-tiba…

SREEK..*efek suara dari kain yang dibuka ;p*

*eng..ing..eng..*

kain pun tersingkap. mereka pun terpana. si oknum yang sedang dalam In Progress dan orang innocent yang ngebuka kain kamar mandi ga pake permisi langsung histeris. yah, siapa yang engga, kalo kepergok sama memergoki orang yang sedang melakukan “urusan alamiah” seperti itu..hehehe..

hari2 di psycamp memang tidak mengecewakan, hari2 yang sangat baik untuk melepas stres abis kuliah, but all the good things must come to an end. dan berakhir jugalah pengalaman gue selama tiga hari kemping. pfuuah~kalo gue ngira, dateng ke psycamp adalah hal paling berat, gue salah. pulang dari psycamp malah dua kali lebih berat dari pas gue dateng.

tas gue yang tadinya seberat bayi gajah sekarang beratnya malah kaya nyokapnya gajah. gara2 mandi di air terjun, baju gue basah semua, jadinya tambah berat. belom lagi, gue harus ngebawa pasak tenda 5 biji, padahal satu pasak aja beratnya 1 kg..huhu..makanya, pas akhirnya gue nyampe tronton, muka gue tampangnya udah susah dijelaskan dengan bahasa manusia deh..idung kembang kempis, keringat berleleran, rambut lepek, pokoknya tidak sedang dipandang mata deh *hehe*..

saat2 di tronton kembali menjadi saat2 seperti berada dalam mobil balap yang ngikutin f1. sopirnya tetep gila, dan penumpangnya tetep pada amburadul..tetapi, karena pada teler, jadi semua tetep pada tidur si..gue juga akhirnya bisa tidur juga, walaupun pas bangun badan gue jadi agak encok2 pegel linu gitu si..hehe.. 

tapi pas akhirnya kita nyampe di psiko jam 10 malem gitu, gue senang, karena akhirnya gue bisa kembali ke kamar gue, dengan kasurnya yang empuk, lantainya yang bukan dari tanah, dan mall2 di jakarta yang seperti jamur..huahahaha..finally, i’m back to civilization! yeaah~

December 3, 2007

Masa Lalu…

HEIYAH!

This is some pages from novel that i’m trying to write right now..to be exact this is the excerption of page 78-83..

i haven’t finished it yet right now..but i want to know what other people think about this story..

so…happy reading!

and please feel free to leave comments on ur way out.. any kinds of comments will be taken with a warm welcome.. ;p

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Andien benar-benar tidak bisa mempercayai tulisan yang ia lihat diatas sampul buku kimia yang dititipkan Milly.

Galih Pramudana Darmawan. XI-Alam-8.

Bisa-bisanya. Bisa-bisanya dia terus berhubungan dengan orang itu, tidak peduli cara apapun yang dia lakukan agar tidak harus bertemu dengan Galih. Dan bisa-bisanya Milly meminta dia untuk mengembalikan buku itu ke Galih. Maksudnya, ia mungkin dapat lebih memahami kalau yang melakukannya Runi atau Sasha, tapi Milly?

Andien menimbang-nimbang buku tulis yang berada di tangannya itu. Haruskah ia memberikannya kepada Galih sekarang dan bertemu dengan dia lagi, atau meletakkannya saja di dalam laci mejanya di kelas dan segera pulang?

Andien benar-benar serius mempertimbangkan kedua ide itu. Seandainya hal ini terjadi seminggu yang lalu, mungkin dengan mudah ia akan mengembalikan buku itu ke Galih. Atau kalau perlu melemparnya ke arah muka Galih. Tetapi sekarang berbeda. Beberapa hari terakhir ini Galih berubah, dan hal ini sedikit banyak membuat Andien takut dan bingung.

Andien menghentikan langkah kakinya secara mendadak. Sebuah keputusan datang dengan tiba-tiba ke kepalanya. Yap, That’s it! Dia tidak mau bertemu Galih sekarang. Dia tidak mau bertemu Galih dimanapun selain didalam ruangan kelas. Bertemu Galih hanya membuat dirinya semakin bingung dengan sikapnya yang berubah. Dan hal itu ikut mengubah sedikit perasaan tidak sukanya kepada Galih menjadi sesuatu yang ia sendiri pun belum mengerti.

Andien hendak membalikkan badannya dan berjalan pulang, tetapi terlambat. Ternyata tanpa sadar kakinya telah membawanya ke lapangan belakang sekolah, dimana ia melihat Galih sedang tidur diatas sebuah bangku panjang dengan sebuah handuk menutupi sebagian wajahnya.

Tapi mungkin ia belum terlambat. Andien membalikkan badannya dan berjalan berjingkat menjauhi Galih sebelum…

“Siapa?” suara yang sudah sangat ia kenal membuat Andien membeku dan menghentikan langkahnya. Galih menyingkirkan handuk yang sengaja ia letakkan di wajahnya untuk menghalangi sinar matahari yang bersinar terik siang itu, dan menyipitkan matanya, mencoba melihat orang yang membangunkannya dari tidur. Andien.

“Elo.” Galih merebahkan kepalanya lagi, setelah ia berhasil mengenali orang yang berdiri di depannya. Ia hampir saja tertawa melihat sikap Andien yang seperti pencuri yang tertangkap basah, kalau saja moodnya tidak jelek. Sebenarnya itulah alasan kenapa ia tidur di atas bangku panjang ini. Untuk mengistirahatkan dirinya dan juga pikirannya yang kusut. “Ada apa?”

Andien berbalik menghadapi Galih dan mencoba menenangkan detak jantungnya yang sedikit berdebar saat Galih bersuara dengan tiba-tiba tadi. “Emm, buku kimia lo. Milly tadi nitipin ke gue, trus katanya lo ada disini…”

“Mau duduk?” Galih bangkit dari posisi tidurnya, melipat kakinya dan menggeser tubuhnya sedikit sehingga Andien bisa duduk di sebelahnya.

“Ada PR dari Bu Rida untuk besok.” Andien mengulurkan buku itu ke Galih dan dengan ragu-ragu mendudukkan tubuhnya di bangku panjang itu.

“Thanks.” Galih menerima uluran buku dari tangan Andien dan merebahkan kepalanya lagi diatas bangku panjang itu.

“Galih…”

Galih membuka sebelah matanya. “Hm?”

“Lo sakit?” Tadi Andien sekilas melihat muka Galih lebih pucat dari pada biasanya.

“Enggak.” Ia menggeleng pelan dan memejamkan matanya kembali. Angin semilir yang bertiup pelan mendinginkan keningnya yang terasa panas. Galih menghirup napas dalam-dalam. Dari dulu ada dua hal yang selalu ia sukai, pemandangan bintang di langit saat malam hari dan semilir angin di siang hari seperti ini. Keduanya memberikan perasaan yang damai dan sejuk padanya.

Seperti hari ini. Angin semilir menyejukkan keningnya yang sedari tadi terasa panas. Angin yang sejuk dan kecil ini…

Kecil? Galih membuka matanya, mencoba melihat benda kecil apa yang menyejukkan keningnya. Ia membuka mata dan melihat telapak tangan Andien yang menempel di keningnya dan juga wajahnya yang terlihat khawatir.

“Lo demam.” Andien terdengar cemas.

“Enggak.” Galih memejamkan matanya kembali agar tidak harus melihat kecemasan di wajah Andien. Kecemasan murni yang keluar karena ia mengkhawatirkan Galih, orang yang selama ini selalu mengganggunya. Galih beranjak bangun agar tangan kecil itu tidak lagi memberikan kesejukan di keningnya, yang sebenarnya menyenangkan tapi sekaligus meresahkannya karena sampai sekarang ia masih belum bisa mengontrol perasaannya terhadap pemilik tangan ini.

“Gue gak kenapa-kenapa.” Galih memaksakan senyum kecil kearah Andien.

Andien memandangi Galih dengan tidak yakin. “Kalau begitu gue mau pulang dulu, ya. Jangan kelamaan tidur disini, nanti masuk angin lho.” Andien beranjak bangkit dan menggendong tas ranselnya.

Galih memandangi Andien yang sudah berjalan beberapa langkah darinya. Sebuah perasaan kehilangan yang aneh menyergapnya tiba-tiba saat ia memandangi sosok Andien berjalan pergi. Dan tanpa benar-benar memikirkan apa yang ia lakukan, ia mengejar Andien, menyentuh pundaknya perlahan dan membalikkan badannya.

“Galih, ada ap…” Andien tidak bisa melanjutkan pertanyaannya saat sesuatu yang lembut mengunci bibirnya secara perlahan. Begitu juga saat dua lengan yang kokoh memeluknya dengan penuh perlindungan, seakan ia barang berharga yang mudah pecah dan rapuh.

Padahal Andien tidak pernah merasa begitu. Dia orang yang kuat dan tegar. Tetapi berada dalam pelukan Galih ia merasa aman dan dilindungi. Dan perasaan saat ia tidak harus melindungi dirinya sendirian dan bisa membiarkan orang lain yang melakukannya terasa sangat menyenangkan bagi Andien.

Ia baru saja akan memejamkan matanya saat kesadaran itu datang. Galih. Mencium. Nya. Ia sedang dicium oleh orang yang paling ia benci, orang yang secara tidak langsung membuatnya semakin sulit melupakan masa lalunya dan melupakan Putra. Saat kesadaran itu datang, ia langsung mendorong Galih, membuatnya menjauh dari dirinya.

PLAKK!

Tamparan itu tampaknya membuat Galih sadar akan apa yang telah ia lakukan. Ia menatap Andien, mengacuhkan pipinya yang memerah karena tamparannya.

“Maaf.” Galih berucap lirih, yakin bahwa permintaan maafnya sekarang tidak akan membawa perubahan apapun.

“Kenapa?” Andien bertanya parau. Kedua tangannya mengepal erat, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuknya.

Galih mengangkat kepalanya yang tadi menatap lantai dan mencoba mencari penjelasan. Kenapa? Kenapa dia melakukan hal seperti ini? Kenapa dia bisa mencium Andien? Kenapa orang yang selalu menggunakan logika sepertinya bisa sampai bertindak hanya berdasarkan perasaannya begitu saja? Dan bagaimana menjelaskan semua ini kepada Andien? Ia tidak mungkin membeberkan semua perasaan yang baru ia rasakan ini begitu saja kepada Andien. Tidak tanpa persiapan dan strategi. Dan tidak sekarang. Bisa-bisa dia ditampar lagi.

Galih memejamkan mata dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba mencari penjelasan yang masuk diakal, tetapi tampaknya hal itu sudah tidak perlu lagi. Karena di menit berikut ia membuka mata, Andien sudah berlari pergi meninggalkannya.

Andien berlari secepat yang ia bisa dan berusaha untuk terus menahan air matanya yang sedikit lagi akan jatuh. Ia menangis bukan karena sedih. Ia menangis karena marah. Ia marah pada Galih yang menciumnya seperti itu. Dan yang paling utama ia marah kepada dirinya sendiri karena membiarkan dirinya dicium Galih. Terlebih lagi, ia membiarkan dirinya merasa senang dengan keadaan itu beberapa saat sebelum ia benar-benar menyadari apa yang terjadi.

Andien memelankan langkahnya saat sekelompok anak kelas satu melewatinya, tetapi tidak sekalipun ia memberhentikan langkah kakinya atau menengokkan kepalanya ke arah Galih berdiri. Ia bahkan terus berjalan walaupun semua orang di sekelilingnya berhenti dan menengok ke arah sebuah suara tinju yang teredam oleh tembok terdengar dari tempat ia berdiri beberapa saat lalu.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Siang itu berjalan seperti siang-siang yang lain bagi Bi Iis. Ia baru saja menyelesaikan mahakaryanya, bakwan jagung dan ayam goreng mentega buat Mas Abi, majikan mudanya, di rumah yang telah ia layani sejak Andien dan Abi masih kecil. Bi Iis mengambil piring untuk meletakkan hasil kerjanya dan menaruhnya di atas meja makan. Setelah ini, rencananya ia akan kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan mendengarkan lagu dangdut dari radio kesayangannya, hadiah dari ibunya Andien lebaran kemarin. Keluarga majikannya itu memang memberinya cukup banyak waktu untuk beristirahat, mengingat usianya yang mulai bertambah tua.

Bi Iis melenggang menuju kamarnya sambil menyanyikan lagu dangdut terbaru yang sering ia dengar dari radio. Ia baru saja akan membuka pintu kamarnya, ketika suara dering bel dari pintu depan berbunyi berkali-kali.

“Iya..iya mas, mbak. Bentar dulu tho’. Sabar atuh…” Bi Iis berlari tergopoh-gopoh menuju pintu depan. Diraihnya gagang pintu untuk membukakan pintu bagi siapapun yang memencet bel dengan begitu hebohnya itu.

“Non Andien? Udah pulang non?” Bi Iis agak terkejut saat menyadari bahwa orang yang membuatnya berlari tergopoh-gopoh adalah majikan mudanya yang satu lagi. Bi Iis tidak menyangka bahwa Andien yang berada di belakang pintu depan itu, karena biasanya Andien hanya membunyikan bel satu kali, tahu bahwa, walaupun pembantunya sudah mulai menua, pendengaran Bi Iis masih tajam.

“Non mau makan?”

“Gak, Bi. Andien mau ke kamar aja.” Andien langsung berjalan dengan cepat, menerobos Bi Iis dan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua.

Bi Iis mengerutkan dahinya dengan bingung. Tidak biasanya majikannya yang satu ini berperilaku seperti ini. Non Andien selalu penuh dengan senyum.Walau kadang Bi Iis bisa melihat bahwa ia sedang sedih, non Andien selalu tersenyum di depannya dan semua orang.

Tapi kali ini, Bi Iis dapat melihat bahwa majikannya lebih dari sekedar sedih. Ada genangan air mata yang hampir tidak terlihat di sudut mata Andien. Dan mata Bi Iis yang masih tajam, walaupun sudah 55 tahun, dapat melihatnya.

Bi Iis mengerutkan dahinya lagi. Jadi majikan kesayangannya benar-benar sedang sedih. Apa yang bisa ia lakukan untuk menghibur majikannya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri itu? Sejak kecil, non Andien dan mas Abi selalu menjadi penghibur kesepiannya kala ia mengingat anak-anak yang tidak pernah ia miliki.

Ah! Sebuah ide terlintas di kepalanya Bi Iis. Tentu saja. Kenapa ia tidak memikirkannya dari tadi? Bi Iis berjalan kembali ke dapur, melakukan sesuatu yang selalu ia lakukan setiap kali melihat salah satu dari majikan mudanya merasa sedih.

Dua puluh menit kemudian, Bi Iis sudah berjalan menuju kamar Andien dengan sebuah nampan di tangannya. Ia mengetuk perlahan kamar Andien. Beberapa saat kemudian, pintu di depannya terbuka, menampilkan sosok non Andien yang ia khawatirkan.

“Ada apa Bi?”

Bi Iis mengamati wajah Andien sebentar dan menyadari mata dan hidungnya yang memerah, selayaknya orang habis menangis. “Ini. Anu non. Bibi bikin sup krim jagung, lho. Enak deh, non. Bibi bawain masuk ke kamar ya..” Bi Iis berjalan ke dalam kamar Andien sebelum Andien sempat berkata apapun.

“Bi, Andien enggak la-”

“Ayo non. Masih panas nih.” Bi Iis memotong kalimat Andien dan meletakkan sup itu diatas meja belajar Andien. Setelah itu, ia pun duduk di atas kasur Andien.

“Makasih ya Bi. Tapi Andien lagi pengen sendiri. Jadi-”

“Non Andien nangis ya?” tanpa basa-basi, Bi Iis menanyakan hal yang sudah membuatnya penasaran sejak tadi. Sudah sejak lama ia tidak pernah melihat Andien menangis. Melihat majikannya seperti ini, membuatnya ikut merasa sedih, walaupun ia tidak tahu apa yang menyebabkan kesedihan pada majikannya itu.

Andien mencoba tersenyum dengan wajahnya yang masih memerah. “Andien…Cuma lagi ada masalah sedikit.”

“Tapi non Andien gak papa, kan? Biar bibi aja yang ngelawan orang yang ngebuat non Andien sedih. Bibi selalu khawatir sama non, abis non Andien gak pernah cerita kalau punya masalah sih. Nyonya juga begitu. Tapi, bibi sama nyonya sih percaya kok, kalau non Andien selalu bisa jaga diri.”

“Makasih ya Bi.” Andien mengusap setitik air mata yang menetes lagi dari sudut matanya ketika ia mendengar ucapan Bi Iis yang polos.

Bi Iis beringsut mendekati Andien. “Non, bibi sih cuma orang dusun yang kebetulan diajak nyonya ke Jakarta waktu nyonya sama bapak baru menikah. Bibi juga cuma lulusan SD, jadinya gak pernah belajar banyak. Tapi, ada satu hal yang bener-bener bibi pelajarin sejak bibi ke Jakarta. Apapun yang terjadi pada kita, non, walaupun pada awalnya itu adalah hal yang buruk, kalau itu adalah kehendak dari Yang Diatas, pada akhirnya hal itu pasti akan membawa kebaikan. Liat aja Bibi. Kalau bibi enggak pergi ke Jakarta waktu itu, sekarang bibi enggak bisa ketemu sama non Andien, mas Abi sama bapak dan nyonya. Ya kan?”

“Iya.” Andien tersenyum lebar sekarang. Ia pun langsung memeluk pembantunya, orang yang sudah ia anggap ibu keduanya, dengan perasaan sayang yang bertambah. Ia juga setuju dengan apa yang Bi Iis katakan, tetapi ia masih belum bisa meyakinkan dirinya untuk berpikir bahwa apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Galih dapat membawa kebaikan, terutama pada dirinya.

November 20, 2007

Basic Training of Leadership For College Student

Atau yang kalo mau dibahasa indonesia-in adalah Pelatihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa dan disingkat PDKM.

what the hell is that?

ya, gue tau pasti pada nanya gitu..*kaya ada yang nanya aja, de..*.  PDKM itu acara kampus gue di psiko UI dua minggu lalu. waktu itu gue jadi panitianya dan gue juga anak-anak lain yang jadi panitia juga peserta pergi ke puncak tiga hari dua malem buat ngejalanin acara itu.

disana kita ngadain seminar dan pelatihan2 gitu. dan walopun acaranya aga2 bikin gue ngantuk2 bego gitu *piss..*, i had sooo much fun!!

kenapa? karena banyak kejadian konyol, lucu dan SANGAT menyenangkan terjadi disana..thanks GOD for giving me such a wonderful time there..

kejadian.pertama.

gue punya gebetan. *haha*. dan pertamanya, dia ngasi tau gue kalo dia juga gabung di acara itu. dengan muka sok cool gitu gue tersenyum senang tetapi masih dalam batas wajar walau dalam hati gue udah kejang-kejang kesenengan.

tetapi kemudian..with some reasons i can’t explain in here cuz then he’ll know he was the one that i talk about in here,, just in case with some extraordinary bad luck he knows this blog, dia gak jadi pergi. arrgghh! saat dia bilang sih gue masih bisa ketawa-ketawa maksa gitu sambil ngeledekin dia, padahal dalam hati menangis *lebai*..

setelah itu..hari demi hari gue lalui dengan perasaan sebal dan kecewa. buat apa gue kesana kalau ga ada yang bisa diliat? :p

setelah itu..sisa beberapa hari setelah dia ngasi tau berita itu dengan waktu keberangkatan gue ke puncak, gue lewatkan dengan memohon kepada Allah SWT untuk memberikan gue keberuntungan yang sangat gue butuhkan biar dia secara ajaib bisa tiba2 dateng ke acara itu..

*i know, i ever said before in this blog, to never chased any boy anymore..tapi akhir2 ini gue belajar, bahwa untuk bisa mendapatkan apa yang lo inginkan, lo harus berusaha. memang, kata orang, jodoh gak akan kemana. tapi kalo lo ga nyamperin, jodoh juga ga akan dateng ke arah lo. dia cuma bakal diam di tempat. and in the end, you’ll regret all the times you passed without doing anything to get the one that u want.*

jadi..gue memutuskan usaha pertama adalah berdoa. karena berusaha tanpa berdoa kan ga akan menghasilkan apa2, betul? and so i prayed to God for giving me moments. moments where i can spent some times with him. but days passed, and he still not going to that event..

selain percaya bahwa untuk meraih sesuatu kita harus berusaha, gue juga percaya bahwa kalo kita udah berusaha semaksimal mungkin tapi hal yang kita inginkan masih belum dateng juga, itu berarti sekarang adalah saatnya untuk berpikir kalau itu berarti keadaan ini adalah yang terbaik buat gue. siapa tau kalau dia ikut, gue malah melakukan sesuatu yang bodoh dan malu-maluin. abis, kalo melihat ke pengalaman2 gue sebelumnya, gue suka berbuat bodoh di waktu2 yang SANGAT tidak tepat. jangan sampe tiba2 pas kita nginep bareng terus gue tidurnya ngorok atau kentut karena terekspos dengan udara puncak yang dingin. that would be so NOT funny!

the awaiting day (or not) finally arrived..gue bareng sama panitia yang lain bekerja dengan membanting tulang dan membanting orang *lho?*..gue masih ngerasa agak sedih si, tapi yah, mungkin memang ini yang terbaik. lagian ga mungkin kan gue ngejar2 dia pake gada kaya di flintstones terus nyeret dia pake rambutnya biar dia ikut..?

tapi kemudian..something almost magical happened! he came! hwahahahahahkakakakk..THANX GOD..dia bilang dia akhirnya bisa ikut dan kalo dia ga ada disitu gue pasti udah mulai loncat2 kaya orang gila..setelah akhirnya dia pergi, gue lirik2an sama temen gue, citra, dan kita mulai ketawa kayak orang gila. setelah itu gue mulai menyanyikan lagu Sherina. “senang, riang. hari yang kunantikan. kusambut wahai pagi yang cerah…~~! oww..yeah..

things were getting better since then. kita akhirnya berangkat ke puncak selama tiga hari dua malam. awalnya gue agak takut karena waktu itu lagi musim ujan dengan petir yang menyambar2 dan angin yang bertiup kencang *lebai* dan di tv banyak banget berita tentang kecelakaan lalu lintas di daerah sejenis puncak karena hujan yang turun bikin jalan jadi licin. kalo menurut buku psikologi sosial, itu namanya availibility heuristic. itu artinya cara berpikir yang ngebuat kita lebih aware sama informasi-informasi yang lebih banyak diberitain, kaya kecelakaan2 di puncak, dibandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya. karena kalo mau diliat dari data statistik, kecelakaan di jalan2 tol ato jalan2 lain pasti lebih banyak dibandingkan kecelakaan di puncak.

well..however..kita semua akhirnya sampai dengan selamat di vila itu. thanks to God. selama gue nginep disana, banyak sekali kejadian dodol yang bikin gue ngakak sampe kejang-kejang. hehe..salah satunya adalah saat kita tidur pas malem. karena ruang yang terbatas, gue dan cewe2 lain sebagai panitia tidur di satu ruangan yang sama dengan panitia dan peserta cowo. tapi tetep dipisahin sama pembatas ko, so keep ur dirty thoughts inside your head.

kita semua baru bisa tidur jam satu malem karena masih banyak hal yang harus diurusin. pas nyentuh bantal, gue langsung teler gitu. dengan muka bego yang bahagia, gue langsung ngambil jaket terus selimutan dan masuk ke dreamland. tapi, sebelumnya gue sama citra sempet sisiran dan make lipgloss si..huhehehe..bukannya genit, tapi pas sebelum kita tidur, udah ada yang berencana ngambil foto orang-orang pas tidur. daripada difoto dengan mata belekan trus iler ngeces-ngeces dari mulut mendingan dandan dulu..haha..oia, back to the problem.

karena gue tidur hampir ga ada bedanya sama orang dibius, gue udah ga denger apa2 lagi. makanya gue ketawa ngakak sampe bego pas jody, anak keamanan PDKM, nanya gini sama temen gue, angky:

yang nanya, jody: ngky, lo tadi malem mimpi aneh gak?

yang ditanya, angky: ngga. *jawab dengan muka polos*

jody:bener?

angky: he-eh. kenapa?

jody: soalnya tadi malem, pas banget abis gue jaga di luar, gue kan masuk kedalem, mau tidur. pas banget baru buka pintu gue denger ada yang teriak “maling!”. taunya elo yang teriak2.

pio, anak keamanan PDKM lain yang jaga bareng Jody: eh, jod. tadi malem siapa tu yang teriak2 maling? gue kirain beneran.

jody: eh, bego. itu tu yang disebelah lo.. *sambil nunjuk angky*

gue yang baru aja keluar dari kamar mandi, langsung ketawa ngakak bebas denger percakapan diatas. soalnya si angky tu setiap nginep bareng suka lucu kalo tidur..huhehehe..waktu kita nginep di puncak sebelum ini, gue juga tidur bareng angky..bukan, bukan seperti yang orang dengan pikiran kotor bayangkan..maksudnya tidur di kamar yang sama dengan anak2 cewe lain. waktu itu si angky udah tidur, sedangkan gue masih mencoba tidur dengan susah payah. kalo anak2 lain masih banyak yang pada ngegosip gitu. pas anak2 lagi heboh ngobrol, tiba-tiba angky bangkit dari tidurnya dan langsung ngomong “gue juga mau..bagi donk..”

siiiiiiing..krik..krik..

suasana langsung hening. soalnya anak2 pada bingung, apanya yang mau dibagi? trus angky dengan innocent-nya kembali tidur ke peraduan..huehehe..

lalu suasana langsung mengheboh lagi, karena anak2 pada cekikikan. sedangkan gue, dengan mata masih tetap terpejam, gemetaran menahan tawa. abisnya dari tadi gue kan udah pura-pura tidur, masa gue mau langsung bangun trus nimbrung ketawa sama anak2 lain? nanti gantian gue yang dikirain ngigo, mimpi jadi cewe gila yang ketawa-tawa sendiri..hehehehehe..

tapi seneng ko, ky nginep bareng lo..suasana menjadi penuh hiburan dan riang gembira.. :) asal lo jangan mimpi jadi pendekar silat dan mulai nendang-nendangin gue yang tidur disamping lo ajah..hehe..

oia, anyone curious about what happened there between me and the guy i like?

haha..puncak adalah tempat yang sangat menyenangkan dan memberikan kenangan yang saaaangat membahagiakan..

kenapa?

karena selama tiga hari dua malam itu, walaupun gue dan dia sama-sama sibuk, kita masih sempet ngobrol dan berinteraksi ;p. ooo..i like sweet talking guy..kadang cowo kaya gitu suka dibilang cowo gombal, tapi mereka sangat bagus untuk meningkatkan self-esteem kita lhoo..hoho..

berkaitan dengan cowo yang gue suka..dulu, setiap kali gue suka sama seseorang, hanya ada dua cara yang gue lakukan untuk dekat sama dia.

cara ekstrim: cara yang sangat lebai dan akhirnya tu cowo lari ketakutan kaya anjing yang ditimpuk batu, atau

cara pesimis-optimis: pertama optimis dulu bahwa kalo jodoh ga akan kemana. jadi, kalo dia jodoh gue, dia pasti akhirnya akan datang ke gue walaupun sebelumnya gue kayak orang bisu bego yang ga pernah membuat interaksi apapun sama dia. kemudian, muncul pesimis. sikap pesimis ini akan memunculkan pikiran seperti..:kayanya dia ga mungkin deh suka sama gue, jadi daripada nanti gue malu-maluin mendingan lupain aja deh.”

itu cara ampuh yang selalu gue lakukan, dan sayangnya..selalu tidak berhasil. maka itu, mulai sekarang gue memutuskan bahwa, when u want something. go get it. dont let anyone, including yourself, telling u that you dont deserve to get what you want, cause as long as we try the best and the hardest that we can do..we always deserve to get what we want. selain itu, akhir2 ini gue lagi baca buku, judulnya “the secret”.

 the secret

dalam buku itu pada dasarnya mengatakan bahwa kalo lo selalu berpikir positif dan fokus dengan apa yang lo inginkan, maka lo akan menarik hal-hal yang lo inginkan itu ke diri lo. makanya, sekarang gue akan fokus dan berpikir bahwa selama gue berusaha yang terbaik yang bisa gue lakukan, gue bisa meraih apapun, including getting closer to him.

so..wish me luck guys..cause now, i’m going to the battle of love.. *lebai* 

*tolong jangan muntah ;p*

 see ya @ the next blog..if u pleased with this blog, leave comments on ur way out, okay?  ;)

November 15, 2007

choices..which one will you choose?

pilihan.pilihan.pilihan.Choices_2 (*gue mulai kayak mau manggil candyman gitu*)..hhheehh..hidup ini kayaknya penuh pilihan, dan kadang pilihan itu semuanya gak ada yang bagus dan gue harus milih salah satu yang tidak terlalu buruk diantara yang paling buruk *sebal*contoh paling sederhana adalah saat gue melihat tumpukan komik power!yang ditawarkan teman gue(sumpah,tu komik lucu banget..) dan kemudian hati gue tergugah. hmm, harus milih yang mana ya? baca komik dan berleha-leha atau mulai menggiatkan diri membaca buku psikologi umum yang biasanya gue pake buat nakutin anjing?

hati gue langsung gundah dan bingung, tetapi kemudian hawa nafsu gue menang, dan dengan semangat gue langsung mengambil sepuluh buku komik itu dan membacanya dalam satu malam..hhehh *kalah oleh hawa napsu*

itu baru satu contoh sederhana dari sebuah pilihan yang harus gue hadapi sepanjang waktu. ada saat-saat dimana gue mikir aneh, seperti waktu gue lagi jalan-jalan sama temen gue..

waktu itu kita lagi nyebrang jembatan dengan kali (*atau got*)yang besar dan berair kotor serta berbatu-batu berada dibawah kita. waktu ngeliat kali itu, terlintas di benak gue. sekarang, walaupun kesannya gila dan agak psikopat gitu, gue punya pilihan. tinggal mana yang gue ambil, tergantung dari akal sehat dan pikiran gue, masih waras atau ngga. gue bisa aja ngedorong temen gue, biar dia jatoh, kecemplung kali dan berakhir seperti para korban di batu raden, atau tetap berjalan dengan normal, melintasi jembatan itu dan membiarkan teman gue sehat walafiat..hmm..

tentu aja, gue gak ngedorong temen gue itu akhirnya. gaklah, gue masih waras lagi. cuma tetep aja, saat itu gue mikir, gila ternyata dari sebuah pilihan yang gue buat, bisa ngebuat gue deket banget dengan berbagai kemungkinan yang dapat membuat masa depan gue ma-de-su. bayangin aja, kalo gue sampe jadi gila dan ngedorong dia, gue bisa jadi buronan polisi, ditangkep, dipenjara, di-DO dari psiko UI, gak bisa jadi sarjana psikologi, gak bisa mewujud-in semua keinginan dan cita-cita gue, tambah lagi, gak bisa masuk surga karena udah ngebunuh orang..*tidaaakk*

dari pemikiran yang sedikit aneh itu gue jadi sadar, bahwa segala hal yang gue lakukan, itu akan membawa konsekuensi tersendiri bagi gue. bisa konsekuensi yang baik, bisa juga konsekuensi jelek, semua itu tergantung dari yang gue lakukan. akhirnya, gue memutuskan mulai sekarang gue mau melakukan hal yang baik-baik aja, selalu tersenyum ke semua orang, berlaku baik, termasuk ke orang yang gue gak suka. bukannya ngejilat, hanya berkompromi dengan keadaan yang tidak terlalu gue sukai.

selain itu, sekarang gue juga berusaha untuk berpikir dua kali Nobita_orang sebelum melakukan sesuatu, biar gak nyesel Doraemonnantinya.karena..waktu gak bisa diulang, dan doraemon juga gak bener-bener ada, jadinya kita gak bisa make mesin waktu yang ada di laci Nobitanobita itu. ,hehe..

November 15, 2007

rosie dunne..friendship till end

 

pada suatu hari yang lalu setelah uts, gue memutuskan untuk menikmati hari sedikit dan menjauh dari buku-buku kuliah. to do that mission, i decided to buy some book @ periplus, toko buku paling keren yang menawarkan berbagai macam buku import dengan harga yang lebih murah dibanding toko buku bule lainnya..(*sedikit promosi?* ;p)

setelah membeli, gue mulai membaca buku itu, judulnya Rosie DunnBook_rosiedunne_audioe, karangan Cecelia Ahern. dan ternyata buku itu bagus banget..

ceritanya dimulai dari surat yang dikirim rosie ke sahabat masa kecilnya, Alex. surat itu untuk mengundang alex ke ulang tahun ke delapannya. (yap! ceritanya dimulai saat mereka masih kecil ). setelah itu, cerita terus berlanjut, hingga akhirnya alex harus pindah ke amerika dan ninggalin rosie di dublin, irlandia. walaupun begitu, persahabatan mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa, melewati berbagai pernikahan, kelahiran, perceraian, dan kematian. their friendship goes through thick and thin, dan hal itulah poin paling penting dari cerita ini. cerita ini berakhir dengan ending yang bagus, bagus banget..saat persahabatan mereka akhirnya membawa mereka ke satu akhir yang bahagia..

saat ngebaca cerita itu, gue jadi teringat dengan segala hal yang telah terjadi di hidup gue. persahabatan gue, dan apakah gue sudah menjadi sahabat yang baik buat sahabat gue, seperti alex yang selalu siap di samping rosie setiap saat rosie butuh dia dan sebaliknya, walaupun mereka tinggal di dua negara yang beda.

terus gue jadi teringat dengan keadaan gue saat itu yang lagi agak lose contact dengan seorang sahabat gue, karena satu dan dua hal yang gue gak suka dari dia..tapi terus gue mikir, dia itu temen gue, orang yang selalu menemani gue dan gak pernah pergi. walaupun dengan segala perbedaan antara gue dan dia, dia….bagaimanapun tetap temen gue.

terus abis itu, beberapa saat kemudian temen gue itu meng-sms. haha..sangat tepat waktu, akhirnya gue memutuskan untuk ngebales sms dia dan kami pun mengobrol kembali..gue memutuskan untuk menjaga persahabatan gue dengan dia. walaupun kita enggak akan seperti rosie dan alex yang memang ditakdirkan untuk menjadi soulmate, tapi gue udah ngerasa cukup dengan pertemanan yang selama ini gue miliki dengan dia. dan gue enggak pengen pertemanan ini berubah, karena seperti kata pepatah, your lover come and go but your bestfriend (even boybestfriend) will stay forever…

p.s: rosie dunne bener bener buku yang bagus, buku itu ngajarin kita tentang arti persahabatan yang sangat penting dan bahwa your bestfriend could also become your lover..;p.

p.p.s:buku terjemahannya belum masuk indonesia jadi masih buku import yang bahasa inggris. emang lebih mahal, but it will worth every rupiah..selain itu dia juga bikin buku lain judulnya p.s i love you, ini udah ada terjemahannya. selain itu juga ada if you could see me now, yang juga masih import..Book_ps_indonesia_1Ifyoucould234

November 15, 2007

Long Lost Boyfriend,,or friend (??)

gue punya temen. temen lama. kita udah kenal dari masa -masa saat kita masih lugu dan ingusan, tepatnya saat smp. dia itu cowok kedua yang gue kenal sangat dekat pada masa itu, masa-masa gue masih memakai kacamata sangat tebal, gigi berkawat (dan kawatnya itu nempelnya pake klip, bukannya karet warna-warni kayak jaman sekarang)dan juga rambut pendek belah tengah dengan poni batok kelapa, sehingga gue sering dipanggil betty la fea.Cabecera yap, gue kenal dia di masa-masa gue masih sangat culun dan pemalu.

 

<– *hehe*

waktu smp, gue itu tipe cewe yang duduk mojok di kelas dengan buku di tangan dan teman yang bisa diitung dengan dua tangan. gue punya temen, gue punya sahabat-sahabat cewe, tapi gak banyak. cukup, tapi gak banyak.

anyhow, suatu hari di masa smp itu, ada yang mengirim sebuah sms jayus gitu ke hape gue tanpa nama pengirim. dengan sedikit tertawa maksa, akhirnya gue pun membalas sms itu dengan kejayusan pula dan menanyakan siapakah gerangan nama dia. dia terus ngebales dan memberitahu namanya..it turns out to be one of my classmate. dia yang akhirnya menjadi teman gue itu. dari sebuah sms yang gak jelas, kita akhirnya ngobrol banyak dan menjadi teman baik.

pada saat smp itu, pada saat gue temenan sama dia, pernah ada saat dimana gue ngegebet dia, nganggep dia bukan hanya sekedar temen, tapi orang yang gue suka. dan, gue ngerasa kalo dia itu juga ngerasa kaya gitu (*sumpah, bukannya ge-er, sumpah. tapi pasti kadang kita suka ngerasa kaya gitu kan? dan kadang perasaan itu bener..*). tapi, seiring dengan berjalannya waktu, rasa suka itu ilang, dan perasaan yang mikir kalo dia juga ngerasa hal yang sama, juga ikut ilang. kita kembali berteman seperti biasa.

satu tahun berjalan, dan akhirnya gue pisah sama dia, karena kita berdua ke sma yang beda. gue ke 70 dan dia ke sma yang dia ingin masuki. tapi walaupun pisah, kita tetep suka ngobrol. beberapa kali sebulan pasti kita ngobrol lewat sms, yang kemudian membuat pulsa gue abis. biasanya kita ngobrolin hal-hal gak penting, kayak sms pertama yang dia kirim. gak ada obrolan berat atau dari hati ke hati gitu kalo gue mulai ngobrol sama dia. hanya hal-hal jayus yang penuh dengan ketidakpentingan saja.

selama tahun-tahun di sma, gue melewati tiga tahun itu dengan terus mengadakan kontak dengan dia dan pertemanan kita selalu lancar-lancar aja. ada si, saat dimana kita berantem atau gue marah sama dia karena kebohongan2 yang dia bilang ke gue, walaupun itu bukan hal yang besar atau apa. tapi, kita selalu baikan dan pertemanan kita berjalan kembali dengan lancar, selancar air mengalir. *tsaah*

tapi, hal itu aga berubah saat kita sama-sama kelas dua sma. pernah nonton film When Harry Met Sally gak? When_harry_met_sally film itu bilang kalo sebenernya, cowo sama cewe itu gak bisa bener-bener cuma sahabatan aja. pasti kalo mereka ga saling menyukai, maka salah satu dari mereka akan ada yang menyukai temennya. seakan-akan, cowo sama cewe itu tercipta memang hanya untuk jadi pasangan. waktu itu gue gak percaya, gue mikir, masa si gak bisa? gue punya temen cowo, dan kita gak saling suka atau pacaran. gue hanya menganggap dia sebagai temen, temen baik yang walaupun kita jarang bener-bener ketemu, tapi dia selalu ada buat jadi temen gue. dan gue nganggep kalo film itu boong.

tapi…keliatannya film itu tidak sepenuhnya boong. karena saat gue kelas dua sma, pertemenan kita mulai berubah. gue masih nganggep dia sebagai temen gue, tapi ada hal-hal yang membuat pertemenan itu jadi gak seperti pertemenan biasa. ada hal-hal yang gak seharusnya diucapkan atau dilakukan kepada seorang temen. tapi jangan mikir macem-macem, yang gue maksud hal-hal itu adalah just some simple things that are just not usual for a usual friendship.

dan haFriend_cartoonl itu terus berlangsung, selama waktu pertemenan kita sampe sekarang, bahkan saat dia akhirnya udah punya cewe. ada saat dimana gue gak suka. kadang gue suka mikir, bener gak si dia udah punya cewe? kalo iya, kenapa dia masih suka sok jadi playboy cap kayu putih gini si? hingga akhirnya gue ngerasa bosen. bosen mikir gimana perasaan gue kalo gue jadi cewenya dan dia jadi playboy ke cewe lain. bosen di playboy-in terus dengan teman masa smp yang gue kenal saat gue masi culun mampus. dan akhirnya gue mendeklarasikan diri punya cowo.

walaupun itu boongan. huhahuhahuha.. dan lo tau gue bilang cowo gue namanya siapa? astra putra, biasa dipanggil catra. tau gak itu singkatan dari apa? nikolas saputra..huahauhahauahuaeuhauaehuahauahauahauah…..*_*..dia trus minta foto cowo gue..trus gue bilang nanti kalo gue ketemu sama dia lagi, gue bawain de…iya, nanti gue bawain dari yang sampo clear *kencan impian* itu..kan ada mukanya nikolas saputra,,,hsuahuahauahauahauahauaha…. dan abis itu..komunikasi kita aga terputus gitu. gue agak curiga, jangan2 dia tau gue boong, ato jangan2 dia males ngobrol lagi sama gue karena gue udah punya cowo, walaupun boongan(*iya, gue tau itu agak kege-eran..bercanda doank ko*). hmm..tapi apapun itu, yasudalah. ini lebih baik, karena siapa si yang mau diperlakukan dengan segala ketidakjelasan perilaku sperti itu? tapi, dia tetep temen gue ko,karena walaupun bagaimana dia, dia udah ada di samping gue sejak gue smp, saat gue masih culun banget dan selalu mikir kalo gak ada yang mau temenan sama gue. tapi, saat itu dia dateng, and i have so much fun with him. dia udah ngehibur gue di saat gue perlu hiburan, walau saat itu dia tidak tahu bahwa dia sudah menghibur gue secara tidak langsung.

yah, begitulah..begitulah kisah pertemanan gue dengan seseorang di masa lampau..

November 15, 2007

Silly..silly me..

pernah ga lo berharap bisa nguburin diri dan ga usah keluar lagi karena suatu hal atau beberapa hal bodoh yang lo lakukan?

gue sering banget gitu..perbuatan bodoh dan memalukan yang bikin gue berharap gue itu bukan manusia tapi jin kaya di film Jinny..oh..Jinny. tinggal kedipin mata bisa langsung ngilang trus pindah ke tempat lain..pasti enak deh..

one of silly thing that i did adalah mencolok mata orang..hakkakak! yap, dan orang itu adalah cowo lucu yang ngajak gue kenalan..hahahiks..*gue ga tau harus ketawa karena kebodohan gue atau menangis sedih*

untung orangnya baik, jadi pas gue minta maap sambil stengah ketawa setengah nangis dia masih bisa bilang “gak papa, gak papa”, walau matanya merah dan dia masih terus kedip-kedip..hakhak..

selain itu, gue jadi inget sama kejadian pas gue sma. waktu itu, gue sama anak-anak kelas barengan cabut ke kantin. dengan bahagia dan polos gue pun jajan bubur ayam. nah, setelah beli, gue langsung nyamperin temen2 gue yang udah duduk di kursi kantin. dulu tuh, kursi di kantin gue udah yang reot-reot gitu, kalo didudukin dengan brutal suka goyang-goyang nyeremin. tapi dengan bodohnya gue melupakan hal itu, sehingga gue langsung aja membanting tubuh keatas kursi panjang laknat itu. dan anda tahu yanng terjadi saudara-saudara..??

seperti yang bisa ditebak, gue berdua ama temen gue yang duduk dikursi sialan itu langsung ngejengkang kebelakang..huahahuhuhu..mungkin hal ini terdengar biasa saja dan lazim terjadi kepada orang yang duduk di kursi yang sudah bapuk..tapi coba bayangkan bila hal itu terjadi didepan anak-anak sekelas, yang bukan hanya perempuan, tapi juga banyak anak laki-lakinya..dan karena kejengkang rok gue dengan sukses naik keatas? untung dengan kilat gue langsung megangin rok gue, sehingga tidak ada pelanggaran asusila, tapi kan tetep ajah..memalukan. dan jangan melupakan fakta bahwa selain anak kelas gue, di kantin itu juga rame dengan anak-anak cowok kelas tiga yang lagi cabut barengan, dan mereka semua melihat kearah gue dan temen gue waktu kursi najis itu ngejengkang ke belakang. untung bubur ayam yang gue bawa gak ikut-ikutan terjun..gue menghargai si, kesolidaritasan si bubur ayam itu, tapi gue lebih menghargai lagi kalo dia tau diri dan tetep berada di meja..huhehe..

ini cuma contoh kecil dari banyak hal bodoh yang terjadi atau gue lakukan..masih banyak lagi deh yang lain..makanya sekarang gue berusaha sekuat tenaga untuk mengontrol diri,,pfhuuhh..kontrol diri..kontrol diri lo, de..jangan aneh-aneh..

abisnya, kadang kalo gue lagi gugup gitu, gue suka ngomong dan bertindak yang aneh-aneh si.. dulu malah, waktu gue masih lugu *hehe*, pas jaman smp dulu, gue pernah suka sama cowo..trus kan pas kelulusan kita foto-foto gitu. setelah foto2 sama dia dan anak-anak yang lain, gue iseng2 motoin anak2 kelas satu-satu, buat kenangan. pas gue mo moto dia, dia gak mau gitu.. dan lo tau yang gue lakukan?

gue ngejar2 dia keliling sekolah..! sumpah de..aneh banget ya. tambah lagi, pas gue akhirnya bisa nangkep dia, gue kepleset..right in front of him..just a perfect bad luck..haha..hasilnya, dia ketawa sampe kejang-kejang gitu deh..gak bisa berenti. trus dengan air mata (ketawa) mengalir di pipi, dia ngebantuin gue berdiri..*yah, trimakasih setidaknya atas bantuannya, mas*

sekarang sih, ogah gue ngejar2 cowo kayak gitu..*ya iyalah..* berdasarkan semua hal itu, gue berusaha untuk MENGONTROL DIRI. yak, sekali lagi..kontrol diri. dengan penguasaan diri yang baik, maka hal2 seperti itu akan dapat terhindarkan, dan gue akan terhindar dari kemalapetakaan bodoh seperti itu..i’m trying to be a sophisticated girl now..hwahahaha…

November 6, 2007

day.one.

it’s a new day..it’s a new blog!! hakhak..

yap, just started this blog today and still don’t know what to write..so i just wanna say welcome to my blog!!

happy reading and i’ll be please if u all stick with me through this journey of life and hope u all can get to learn something from my life and my blog..

last..please leave comment on your way out..okay?

thank you and see ya in the next post..!

November 5, 2007

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!